Kamis, 05 Januari 2017

Ujian Praktik Menulis Bahasa Indonesia

Didin Pecinta Telolet

                Pada suatu hari, di kawasan Wates, Magelang tinggalah sebuah keluarga yang memiliki 2 anak, mereka tinggal di sebuah rumah kecil di sebuah desa yang berada di tengah-tengah kota Magelang, ibunya bernama Janah, ayahnya bernama Joko, dan kedua anaknya bernama Didin dan Sri. Didin adalah anak yang suka bermain kelereng di sekitar lapangan desa di dekat rumahnya, Ia selalu berangkat terlalu pagi dan sampai sampai sering di marahi ibunya karena sering terlalu lupa waktu, dan Sri adiknya Didin hanya senang bermain di dalam rumah atau bersama tetangga seumurannya.

            Seperti hari-hari biasanya, Didin selalu main lupa waktu, kemudian ibunya seperti biasa menyusul anaknya yang biasanya bermain di lapangan untuk segera mengajaknya mandi dan makan terlebih dahulu, namun setelah sampai di lapangan, ibunya tidak menemukan Didin sedang bermain di lapangan, begitu juga teman-temannya yang biasa bermain dengan Didin di lapangan, di tempat itu tidak ada siapapun, tidak seperti biasanya. Kemudian ibunya mencari kesana kemari, hingga menghubungi keluarga temannya, malah dikiranya masih bermain di lapangan.

            Ibunya sangat khawatir, Ia sudah berkeliling sekitar desa namun tidak juga menemukan Didin, kemudian ia pulang dan memberi kabar ayahnya karena Didin belum juga pulang, akhirnya mereka hamper pasrah dan muka mereka terlihat sangat sedih dan hampir menelpon Polisi untuk mencarinya, tetapi beberapa saat kemudian Sri datang dari kamar tidurnya.

“Loooh, ibu kenapa mau nangiis?” ucap sri

“Sri, Didin tidak kelihatan dari tadi, dilapangan juga tidak ada, padahal tadi pamitnya main kelereng” ucap Bu Janah sambil bersedih

“Oalaah buuk, Sri tau” ucap sri sambil tertawa

“Sri, Didin ke mana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya? “ tanya Bu Janah.

“Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu, “ jawab Sri.

“O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat”

“Hahaha, Telolet itu suara klakson bus bu, mas Didin ikut ikutan temennya, kemarin dia juga cerita kalau mau nyari bus di pinggir jalan”

“Looh? Mainnya dipinggir jalan to? Wah kudu tak susul iki !” Ucap Bu Janah sambil khawatir

Kemudian Bu Janah segera bergegas bersama suaminya untuk segera pergi ke pinggir jalan raya untuk menyusul Didin untuk segera pulang.

            Setelah sampai di jalan raya, terlihat banyak orang dipinggir jalan membawa kertas putih yang kebanyakan bertuliskan “Om Telolet Om” , Bu Janah sangat bingung karena tidak hanya anak anak saja yang ada disana , tetapi banyak remaja dan orang tua yang sedang berburu telolet. Kemudian mereka berhenti di dekat kerumunan orang orang itu, dan mencari si Didin, dan sangat kebetulan, terdengar suara didin sedang berteriak “Oooom telolet doong ooom!” dan ibunya bergegas mendekati sumber suara karena sudah tahu kalau itu suara Didin.

            Terlihat didin dan teman-temannya sedang berada di pinggir jalan raya, kemudian Bu janah dari belakang memegang pundak Didin, dan Didin masih saja belum sadar kalau yang memegang pundaknya adalah Ibunya, kemudian temannya langsung terdiam, dan Didin kebingungan kenapa teman-temannya tidak ikut teriak teriak lagi, kemudian ia menengok kebelakang dan melihat ibunya.

“Eeeeh ibuuk, hehehe” kata Didin sambil takut dan menelan ludah

“Didiiin!!, kamu tadi pamitnya mau main kelereng, kok malah main dipinggir jalan gini!!?” ucap ibunya sambil marah marah

“hehehe, tadi emang mau main kelereng buk, tapi kata temenku lagi banyak telolet di jalan buk” ucap Didin sambil ketakutan

“Ealaaaah!, pokokke sekarang pulang, bahaya main dipinggir jalan, nek ora oleh telolet, tapi ketabrak bis kepriye??” kata ibunya

“Iya iya buk, Didin pulaang” kata didin sambil kecewa

            Kemudian mereka pulang kerumah, dengan muka kecewa, Didin langsung pergi ke kamarnya dan tiduran sambil melamun, kemudian ibunya menyusulnya ke kamar dan memberi nasehat kepada Didin.

“Diin, mbok ojo sedih too, ibu ngomong ngene iki wedi nek Didin keno opo-opo” ucap ibunya

“Laah tapi kan buuk, aku seneng krungu suara teloleet” bantah Didin

“Iyooo ibuk ngertii, daripada ning pinggir dalan, mendingan nonton telolet ning YouTube wae” saran ibunya

“Yutub kui ning ndi buk?” ucap Didin polos

“Iki lhoo, seko internet” ucap ibunya sambil melihatkan video bus telolet kepada didin dari HPnya

“lhooo kok ternyata yo ono to buuk” ucap Didin dengan kagumnya

“Iyoo diin, besok nek didin uwes gedhe, oleh nonton telolet tenanan ning pinggir dalan, sementara nonton ning kene disik yo naak” nasihat ibunya

“Okeee buuk” balas didin

            Setelah semua kejadian itu, Didin jadi ingat waktu saat bermain kelereng di luar bersama teman-temannya, dan tidak perlu juga di susul untuk mengajaknya pulang, karena ia sangat tertarik dengan telolet, sehingga ia sering menontonnya di HP ibunya setelah pulang bermain kelereng bersama teman-temannya

1 komentar:

  1. Ayo, tata tulis diperhatikan, penggunaan huruf kapital, tanda baca dalam dialog. Kan sudah diajari, ayo dipraktikkan!

    Ini sekadar pembetulan sedikit, lainnya dilanjutkan sendiri.

    “Loooh, ibu kenapa mau nangiis? ” ucap Sri
    “Sri, Didin tidak kelihatan dari tadi, di lapangan juga tidak ada, padahal tadi pamitnya main kelereng, ” ucap Bu Janah sambil bersedih.
    “Oalaah Buuk, Sri tahu, ” ucap Sri sambil tertawa.
    “Sri, Didin ke mana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya? “ tanya Bu Janah.
    “Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu, “ jawab Sri.
    “O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat”
    “Hahaha, Telolet itu suara klakson bus Bu, Mas Didin ikut ikutan temennya, kemarin dia juga cerita kalau mau nyari bus di pinggir jalan.”
    “Looh? Mainnya dipinggir jalan to? Wah kudu tak susul iki !” ucap Bu Janah sambil khawatir.
    Kemudian Bu Janah segera bergegas bersama suaminya untuk segera pergi ke pinggir jalan raya untuk menyusul Didin untuk segera pulang.

    BalasHapus